diupload oleh 2012adm1n pada 2012-04-09 11:03:22
Pembudidayaan benih unggul ini dilakukan langsung oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam tim PKM-P tahun 2012. Mereka adalah Novita Sopacua, La Mudi, Agustina, ketiganya adalah mahasiswa angkatan 2008, dan Mubayyinul Haq dari angkatan 2009. Keempat mahasiswa ini melakukan pengkajian terhadap kemampuan tumbuh optimum (vigor) dari benih Padi Sawah untuk menghasilkan benih unggul.

Berbagai macam hasil pertanian telah dikembangkan melalui teknik-teknik pertanian. Khusus yang telah dikembangkan dalam jurusan agroteknologi, baik dari segi pertanian basah maupun kering. Untuk pertanian kering sudah dilakukan semisal pembudidayaan tanaman jagung. Saat ini mulai dilakukan pengembangan pertanian lahan basah. Penelitian itu mereka lakukan dengan asumsi, jika ingin mendapatkan hasil panen terbaik, maka harus dimulai dari benih atau bibit yang akan digunakan. Tentunya, bibit yang digunakan adalah bibit unggul. Dan untuk memperolehnya maka dibutuhkan treatment khusus.

Namun, yang menjadi permasalahan selama ini, banyak cara yang dilakukan tetapi lebih banyak menggunakan bahan kimia sintetik. Seperti yang diketahui bahan sintetik tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh keempat mahasiswa agroteknologi ini berbasis pada pengelolaan secara organik, sehingga akan menghasilkan tanaman padi berkualitas. Namun demikian, penelitian yang mereka lakukan hanya sebatas untuk memperoleh bibit padi sawah unggul. Dimana treatment pembibitan tersebut nantinya dapat digunakan dalam pembudidayaan tanaman padi lebih lanjut oleh seluruh mahasiswa dalam fakultas tersebut. "Tujuan penelitian kami ini adalah untuk meningkatkan vigor dan mendapatkan bibit padi unggul," kata Novita. Benih yang mereka gunakan dalam penelitian ini adalah benih varietas Konawe. Pemilihan benih ini dilakukan sebagai bentuk budidaya lokal. Untuk menghasilkan jenis benih yang baik berbagai macam cara telah mereka lakukan. Dari penuturan Vivi sapaan akrabnya, ada tiga belas treatment yang dilakukan untuk mengolah benih tersebut. Dalam treatment yang dilakukan, menurut dosen pembimbing PKM-P mereka, Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si., untuk mendapatkan hasil yang baik maka kondisi tumbuh tanaman tersebut harus disamakan dengan kondisinya dialam. Dimana, mereka membutuhkan berbagai macam mikroorganisme untuk menyokong siklus hidupnya. Berangkat dari fenomena alam itu, maka pada ketiga belas treatment tersebut menggunakan mikroorganisme yang berasal dari bagian akar tanaman. Dengan asumsi bahwa mikroorganisme tersebut akan membantu peningkatan vigor benih, tentunya setelah dilakukan treatment khusus.

"Mekanisme penelitian kami dimulai dari pekerjaan dalam laboratorium. Di situ kami melakukan isolasi mikroorganisme dari akar padi sawah. Dari hasil isolasi kami menemukan tiga jenis mikroorganisme, yaitu Bacillus spp, Serratia spp, dan Pseudomonas spp," kata Agustina. Namun, dalam treatment yang dilakukan, bukan hanya menggunakan mikroorganismen saja, tetapi juga dengan penambahan matriks lain, semisal arang sekam dan serpihan batu merah. "Setelah diinkubasi 12 jam, benih yang telah ditreatment itu langsung disemaikan dalam media tanam arang sekam. Setelah 14 hari, kecambah akan mulai tumbuh, namun pertumbuhannnya tidak serentak," papar Mudi. Saat ini penelitian dengan judul "Peningkatan vigor bibit padi sawah menggunakan teknik biomatriconditioning benih untuk mendukung pengembangan padi organik sistem SRI " mulai memasuki tahapan akhir. Dimana, bibit tanaman telah tumbuh, dan sudah dipindahkan keluar ruangan. "Sekarang tahapnya sudah mulai masuk rumah kaca. Namun, karena ada sedikit kendala maka penempatan bibit yang seharusnya dalam rumah kaca, sementara ini ditempatkan di koridor belakang laboratorium. Sebenarnya perlakuan ini tidak jauh berbeda kalau ditempatkan dalam rumah kaca. Karena yang diharapkan yaitu agar bibit tidak kelebihan air. Di tempat itu bibit masih terlindungi," jelasnya. Proses rumah kaca itu dilakukan selama 8 minggu. Saat ini, sudah masuk dalam minggu keempat. Dari hasil pengamatan yang dilakukan tim ini, mengatakan dari 13 formula atau treatment yang dilakukan cara dengan menggunakan biomatriconditioning serbuk bata merah yang ditambahkan Bacillus CKD061, mengalami pertumbuhan yang paling baik. Dituturkan, jika pembudidayaan menggunakan sistem SRI (system of rice intensification), saat dipindahkan ke wadah lain, (dalam penelitian ini menggunakan ember) maka daun dari padi akan mengunging, nampak seperti layu. Hal ini terjadi karena bibit mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Setelah beberapa hari, daun bibit padi akan kembali hijau. Berdasarkan pengamatan secara visual, biomatriconditioning serbuk bata merah dengan Bacillus yang paling cepat beradaptasi. "Daunnya lebih hijau dan lebih subur dibandingkan dengan treatment lainnya," ujar Vivi.

Penelitian yang mereka lakukan tersebut memfokuskan pada benih padi yang dikembangkan menggunakan . Sistem ini adalah sistem tanam yang memperhatikan kondisi lingkungan, salah satu manfaatnya adalah untuk mengurangi emisi gas metan. Dikatakan, jika varietas benih unggul tersebut telah diperoleh maka treatment tersebut dapat dilanjutkan ke peneliti lain, jika ada yang akan meneruskan ke tahap lebih lanjut. Dengan segala upaya yang dilakukan dalam penelitian tersebut, mereka berharap PKM-P itu kembali dapat mewakili Unhalu ke ajang PIMNAS berikutnya. Pasalnya, jurusan ini telah tiga tahun berturut-turur mewakili Unhalu ke ajang nasional. Dosen pembimbing mereka, mengaku sangat bangga dan mengapresiasi upaya yang dilakukan mahasiswanya itu. Pasalnya, dalam melakukan penelitian tersebut sarana dan prasarana laboratorium yang digunakan saat ini kurang maksimal, tetapi tak mematahkan semangat mereka. "Walaupun sarana dan prasarana kurang memadai, mereka tetap berusaha dan mencari cara untuk menyelsaikan penelitian ini," ujarnya. Dengan demikian, sekelompok mahasiswa dari angkatan 2008 dan 2009 ini mengharapkan dukungan dari pihak universitas. Mereka berharap dan optimis untuk kembali mewakili universitas ke ajang bergengsi tersebut.

Informasi lain:

 
Copyright © 2012 Unit Teknologi Informasi FMIPA
Universitas Haluoleo, Kendari
Indonesia 93231